Kontribusi Nyata Bangun Desa, 6 Mahasiswa UM Bandung Ikuti KKN Tematik LLDIKTI Wilayah 4 di Jabar dan Banten


Sebanyak 6 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) ikut berpartisipasi dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik LLDIKTI wilayah 4 dan mendapat penempatan di provinsi Banten, tepatnya di Serang dan Pandeglang. Kegiatan ini dilaksanakan dari 18 hingga 26 Agustus 2022.

“Alhamdulillah dari UM Bandung mengirimkan 6 mahasiswa. Sebanyak 4 mahasiswa ditempatkan di Serang, sedangkan 2 mahasiswa lainnya ditempatkan di Pandeglang,” ujar Ketua LPPM UM Bandung Prof. Dr. Ir. Ellyza Nurdin, M.S. di kampus UM Bandung, Rabu 20 Juli 2022.

Para mahasiswa UM Bandung ini terdiri atas Ibnu Abdul Muhaimin (Ilmu Komunikasi), Muhammad Zidan A (Ilmu Komunikasi), Julaena (Pendidikan Islam Anak Usia Didi), Salsa Fatia Salma (PIAUD), Julaeni (Psikologi), dan Rifqy Muiz Fauzan (PAI).

KKN Tematik LLDIKTI 4 ini mengusung tema “Perguruan Tinggi Jabar dan Banten Membangun Desa”. Prof Ellyza menambahkan ada 10 desa di Jawa Barat dan 20 desa di Banten yang menjadi lokasi KKN tematik LLDIKTI 4 tahun ini.

“Kegiatan ini diikuti oleh 554 orang mahasiswa dari 106 perguruan tinggi, termasuk dari UM Bandung,” ungkap Prof Ellyza.

Adapun dosen pembimbing lapangan (DPL) yang diutus dari UM Bandung yakni Dr. Heni Mulyasari S.T., M.Ag.

Lebih lanjut Prof Ellyza berharap mahasiswa UM Bandung bisa memanfaatkan momentum KKN tematik untuk berkontribusi aktif dalam membangun desa bersama seluruh mahasiswa dari PTS di Jabar dan Banten.

Selain itu, diharapkan juga mahasiswa mampu berkolaborasi lintas keilmuan dalam tim yang solid dengan rekan-rekan mahasiswa lainnya.

KKN tematik, kata Prof Ellyza, merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengamalkan dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah secara nyata.

Tentu, kata Prof Ellyza, mengamalkan dan mengaplikasikan ilmu tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi permasalahan kompleks yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Bawa dan jaga nama besar serta nama baik persyarikatan Muhammadiyah dan UM Bandung,” pesan Prof Ellyza.***